5 Cara Merawat Palang Parkir Secara Berkala, Penasaran?

Tahukah kamu dengan merawat palang parkir secara baik dan benar, orang-orang dapat menikmati produk yang awet dan tetap fungsional selama bertahun-tahun, baik pada palang bersifat indoor atau outdoor? Kemudian merawat palang manual mungkin tergolong mudah jika dibandingkan dengan palang parkir otomatis. Sebab melibatkan operator, perlengkapan hardware, atau perangkat software.

Dalam praktiknya, produsen kerap menekankan urgensi perihal tanggung jawab dan perawatan palang parkir terhadap customer, meski tetap memberi garansi dan layanan maintenance secara berkala. Pemilik atau operator dituntut untuk memahami palang parkir manual atau otomatis sejak awal. Tujuannya agar palang tetap dapat berperan optimal untuk menjaga keamanan suatu lingkungan.

Cara Merawat Palang Parkir Secara Berkala

Seperti produk-produk elektronik lainnya, palang parkir menyertakan berbagai informasi mengenai perawatan, standar operasional, sampai prosedur lokal atau federal di sebuah buku khusus. Orang-orang dapat mempelajari buku tersebut secara efektif atau memilih menghubungi customer service untuk mendapat penjelasan secara detail, bahkan sampai memperoleh berbagai jawaban perihal perawatan sesuai ekspektasi.

Pada umumnya, perawatan palang parkir tidak dapat dilakukan semua orang, khususnya perihal palang parkir otomatis yang melibatkan sistem-sistem berbasis komputer. Dengan demikian, orang-orang disarankan memakai jasa perawatan atau maintenance tertentu, baik melalui perusahaan instalasi profesional untuk memeriksa operasi palang atau perusahan-perusahaan khusus lainnya. Pasalnya, aspek-aspek perawatan memiliki urgensi tersendiri.

1.     Memahami Palang Parkir Secara Baik dan Benar Sebagai Permulaan

Ternyata, orang-orang tidak dapat merawat palang parkir secara baik dan benar tanpa memiliki pengetahuan tertentu. Secara detail, pengetahuan menyoal peran sampai aturan-aturan yang harus dipahami pemilik atau operator sebagai pihak yang bertanggung jawab di masa-masa berikutnya. Hal ini termuat di buku khusus ketika orang-orang memutuskan bertransaksi membeli palang parkir.

Pertama, pahami palang parkir berperan untuk menjaga keamanan suatu lingkungan dengan membatasi kendaraan yang masuk atau keluar. Pejalan kaki pada umumnya memiliki jalur yang berbeda, di mana terdapat rambu-rambu pengarah agar orang-orang melalui rute yang disiapkan untuk memasuki area tertentu. Jadi, palang parkir berperan untuk kendaraan dan bukan manusia.

Kedua, orang-orang tidak diizinkan berada di area operasi palang parkir, sebab palang dapat membuka atau menutup secara otomatis. Tujuannya agar orang-orang tidak terluka akibat pergerakan tiba-tiba. Ketiga, anak-anak dilarang memainkan kontrol palang parkir, khususnya dengan pemancar radio nirkabel. Pada dasarnya, anak-anak memang membutuhkan pengawasan di area operasi.

Merawat palang parkir juga kerap melibatkan pemilik atau operator, di mana mereka dituntut mempelajari cara menaikkan atau menurunkan palang secara manual jika terjadi pemadaman. Awali dengan menemukan kontrol hidup atau mati sebagai langkah mula-mula. Dengan memahami peran atau aturan baik-baik, dapat dikatakan bahwa palang memperoleh perawatan  dasar sebagai awalan.

2.     Menghubungi Profesional

Sadar atau tidak, produk-produk palang parkir berkualitas menawarkan garansi dan maintenance secara berkala. Maintenance melibatkan pemelihara profesional, khususnya untuk merawat zona jebakan di palang parkir otomatis. Artinya, jika tidak melibatkan profesional, sebaiknya menghubungi perusahaan-perusahaan maintenance secara berkala. Pasalnya, kamu tidak ingin palang parkir mengalami kerusakan di bagian-bagian tertentu, kan?

Profesional pada umumnya dibutuhkan untuk merawat atau mengecek bagian-bagian palang parkir berbasis komputer. Selain disebabkan kualitas sumber daya manusia, hal ini juga dipengaruhi peralatan sampai software khusus yang hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan maintenance tertentu. Tanpa keduanya, perawatan atau pengecekan tidak dapat berjalan optimal sehingga cenderung merugikan pemilik atau operator.

3.     Memastikan Semua Perangkat Berfungsi Secara Optimal

Merawat palang parkir artinya memastikan semua perangkat dapat berfungsi secara optimal, mulai dari microcontroller, printer, speaker, dan lain-lain. Caranya dengan mengecek perangkat satu persatu, baik memakai sistem keamanan tertentu atau tidak. Biasanya, hal ini juga melibatkan profesional, sebab orang-orang cenderung tidak ingin mengambil risiko guna meminimalkan kesalahan di lapangan.

Lantas, jika ditemukan aktivitas yang dinilai cacat, perangkat dapat segera diperbaiki. Hal ini dinilai murah dibandingkan kerusakan yang terjadi di hari kerja. Pasalnya, palang parkir berada di lokasi umum. Seperti pepatah lawas yang kerap digembar-gemborkan, yakni sedia payung sebelum hujan sehingga mencegah kerusakan merupakan prioritas untuk keamanan suatu lingkungan.

4.     Menata Kabel-Kabel Palang Parkir agar Tersusun Secara Rapi

Merawat palang parkir otomatis bukan aktivitas sederhana bagi pemilik atau operator pemula. Pasalnya, palang parkir memiliki bagian-bagian kompleks yang sebaiknya diperhatikan orang-orang, seperti kabel yang berperan sebagai konektor untuk memberi perintah-perintah khusus. Tidak hanya memiliki sebuah kabel, tetapi terdapat banyak kabel yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi palang parkir otomatis.

Secara sederhana, kabel dapat ditata secara rapi tanpa mengurangi kualitas kabel-kabel tersebut. Tujuannya agar kabel tidak berantakan atau bahkan berkalut-kalut sehingga mengalami kerusakan atau putus di bagian dalam. Kabel yang longgar juga menjadi perhatian, sebab dapat terjadi manless antara palang dan perangkat-perangkat lain yang menerima sensor atau memberi perintah.

5.     Membersihkan Debu di Bagian Luar dan Dalam Palang Parkir

Rasanya, mayoritas masyarakat setuju bahwa palang parkir yang terawat mampu meningkatkan citra sebuah lingkungan. Dengan demikian, pemilik atau operator dapat membersihkan debu atau kotoran-kotoran yang menempel di sisi luar. Hal ini dapat dilakukan memakai alat-alat kebersihan sederhana, seperti sapu, kemoceng, lap, dan lain-lain. Bagian ini sebaiknya dibersihkan setiap hari.

Merawat palang parkir otomatis juga dilakukan dengan mematikan aliran listrik, sebab aktivitas ini dinilai berbahaya untuk menjangkau semua bagian-bagian palang parkir, mulai dari luar manless sampai bagian palang. Setelah semua bagian-bagian palang parkir tampak bersih secara sempurna, palang dapat kembali dioperasikan untuk membatasi kendaraan-kendaraan yang masuk atau keluar area.

Tidak hanya membersihkan debu di bagian luar palang parkir, tetapi bagian dalam juga membutuhkan perhatian yang sama. Tujuannya agar perangkat-perangkat tidak mengalami kerusakan. Bagian ini cenderung sensitif dan rapuh. Oleh karena itu, orang-orang disarankan membersihkan palang memakai alat-alat khusus, seperti kuas atau lap yang terbuat dari kain berbahan lembut.

Sebagai saran, bersihkan ventilasi fan motor palang parkir memakai kuas. Sedangkan, bingkai dalam dapat dibersihkan memakai kain berbahan lembut. Dalam praktiknya, kamu harus berhati-hati memakai alat-alat kebersihan tersebut, sebab jika kamu merusak bagian-bagian tertentu, maka palang parkir tidak berperan optimal. Artinya, kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan.

Penutup

Dengan demikian, perawatan atau maintenance palang parkir dilakukan penanggung jawab, yakni pemilik atau operator secara berkala. Akan tetapi, dalam beberapa aspek, perawatan sebaiknya juga melibatkan pihak-pihak profesional minimal setiap 3 bulan sekali. Jangan sampai palang parkir hanya membuka atau menutup karena mengalami kerusakan.

Nah, jika palang parkir berperan optimal, maka tidak terjadi antrean yang merugikan orang-orang. Selain itu, palang parkir juga dapat meningkatkan keamanan suatu lingkungan, sebab alat ini mampu memberi history dan rekaman melalui printer atau CCTV. Intinya, merawat palang parkir memiliki urgensi.